maaf !!!!bukannya saya tidak menghargai perasaan mereka yang mencintai saya,
namun untuk saat ini saya blum siap untuk bermain dengan cinta, yang katanya buta, tuli dan bisu itu,
karena untuk saat ini prioritas utama saya adalah keluarga, yang ada dalam pikiran saya bagaimana cara membahagiakan keluarga saya, bagaimana supaya hari tua ayah dan ibu saya kelak bahagia tampa harus memikirkan bagaimana cara mencari uang untuk makan dan minum, dan tampa harus memikirkan anaknya yang luntang lantuang.
saya merasa tidak adil dengan orng tua saya jika saya sibuk dengan maslah percintaan sedangkan mereka susah payah mencari uang untuk membiayai pendidikan saya.
sekali lagi maaf!!!!!
dari itu saya ingin sesukses mungkin demi keluarga saya.
dari itu saya hanya bisa berharap kalian mengerti, dan tidak menganggap saya gadis yang sombong dan angkuh.
ya allah sukseskan la saya, kakak, dan adik-adik saya kelak, agar kami tidak menjadi beban ke dua orang tua kami lagi, bahkan kami bisa membahagiakan mereka. dengan hasil keringat kami sendiri.
Jumat, 09 Januari 2015
Rabu, 07 Januari 2015
makalah pengindeksan
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Indeks merupakan istilah yang terdapat dalam bidang perpustakaan dan dianggap sebagai salah satu sistem temu kembali informasi. Mengindeks dan mengkatalog merupakan suatu kegiatan yang ada di perpustakaan, kedua pekerjaan tersebut sama namun sedikit berbeda, biasanya dalam mengindeks ada unsur sedikit menganalisa atau menguraikan suatu karya. Misalnya suatu karya dimana dimana dalam karya tersebut terdiri dari beberapa karya orang yang berbeda, baik judul maupun subyeknya, maka sebaiknya masing-masing itu perlu kita uraikan satu-persatu dengan membuatkan indeksnya.
Pengindeks perlu mampu menentukan isi subyek sutau dokumen dengan menggunakan kosakata yang diperkenankan oleh sistem, pengindeks juga perlu memahami isi subyek dan menterjemahkan isi kedalam bahasa indeks yang diterapkan.
Setelah perang dunia ke II praktek mengindeks cenderung menerapkan sistem kosakata yang tidak terkendali. Pengindeks memilih kosakata yang digunakan oleh pengarang seperti yang terdapat dalam dokumen.
Dalam pengindeksan disebut menggunakan
"Natural Language” Dalam menerapkan kosakata yang terkendali untuk
tugas-tugas mengindeks, kita memilih kosakata yang telah ditentukan oleh
tajuk-tajuk subyek. Pengindeks menerapkan Natural Language seperti ditentukan
dalam dokumen, kadang-kadang disebut “Indexing By Extraction”, karena kata-kata
diambil dari dokumen itu sendiri. Antara tahun 1950-1960 menonjol pemakaian
thesaurus untuk mengendaklikan kosakata dalam pengindeksan.
B.
Tujuan
Memberi pemahaman kepada pembaca mengenai konsep Pengindeksan dan ringkasan, berikut menggunakan bahan bentuk indeks dan abstrak di dalam membantu mendapatkan informasi.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
Pengertian indeks
Indeks
dan abstrak merupakan dua istilah yang terdapat dalam bidang Ilmu Perpustakaan,
dan di anggap sebagai jantung kepada sistem akses informasi. Pengguna
perpustakaan terutama para peneliti menggunakan indeks dan abstrak untuk
mendeteksi bahan di Perpustakaan. Bahan yang biasa diindeks dan berisi ringkasan
adalah artikel dari jurnal, kertaskerja persidangan dan tesis. Contoh bahan
yang di indeks tetapi tidak di buat ringkasan adalah berita koran.
Sebelum di terangkan lebih lanjut mengenai indeks dan abstrak, siswa harus memahami maksud bibliografi dan unsur informasi bibliografik.
Sebelum di terangkan lebih lanjut mengenai indeks dan abstrak, siswa harus memahami maksud bibliografi dan unsur informasi bibliografik.
B.
Pengertian Bibliografi dan Unsur Info Bibliografik
Bibliografi adalah daftar bahan-bahan yang disusun mengenai sesuatu perkara oleh orang perseorangan atau kelompok atau badan-badan tertentu.
Unsur informasi bibliografik atau data bibliografik adalah entri-entri penting yang dapat digunakan untuk tujuan dapatan semula informasi. Contoh entri tersebut adalah: nama penulis, judul, perkara, tahun, dan informasi-informasi lain dari bahan yang ingin diindeks yang difikirkan penting.
1.
Definisi Pengindeksan
Indeks merupakan istilah yang terdapat dalam bidang perpustakaan dan dianggap sebagai salah satu sistem temu kembali informasi.
Indeks dari segi bahasa didefinisikan sebagai :
a. Sesuatu yang menunjuk atau menanda
b. Daftar nama-nama yang disusun secara alfabetis
Dengan kata lain indeks merupakan daftar urutan nama, tempat, ataupun subyek dalam sebuah dokumen yang diterbitkan. Daftar tersebut dapat menjadi rujukan untuk mencari dokumen yang dicari.
Definisi lain menjelaskan pengindeksan adalah sebagai suatu proses menganalisa isi kandungan suatu bahan atau sumber informasi dan menerangkannya dengan menggunakan bahasa atau istilah di dalam sistem pengindeksan. Sistem pengindeksan ini bertujuan untuk menganalisa (menguraikan) suatu karya. Misalnya suatu karya dimana dalam karya tersebut terdiri dari beberapa karya orang yang berbeda, baik judul maupun subyeknya. Maka sebaiknya masing-masing karya itu perlu kita uraikan satu persatu dengan membuatkan indeksnya.
Para pengguna perpustakaan biasanya menggunakan indeks untuk mencari dokumen yang ada di perpustakaan terutama dokumen yang biasa di indeks seperti; artikel dari jurnal, kertas kerja dan tesis.
Sebuah indeks yang baik harus dapat memberi panduan yang spesifik, juga mampu menentukan lokasi sumber informasi dengan efisien dan dapat digunakan untuk mencari sumber-sumber informasi lain yang berkaitan, oleh kareena itu sebuah indeks harus lengkap dan tepat (complete and accurate).
2.
Fungsi Pengindeksan
Fungsi-fungsi pengindeksan antara lain :
• Memberi panduan secara rinci untuk mendapatkan suatu bahan
• Memudahkan pencarian suatu bahan atau sumber informasi dengan baik dan benar
• Mmbantu dalam mencari suatu bahan yang akan dicari
• Memberitahu hubungan antara suatu bahan atau sumber informasi dengan bahan atau sumber informasi lainnya
• Menyediakan suatu pandangan yang menyeluruh yang terdapat dalam teks atau koleksi.
3.
Unsur-unsur indeks
Unsur-unsur indeks antara lain :
a. Kosakata :
• Hubungan antara klasifikasi-pengindeksan
• Perbedaan dan persamaan entri klasifikasi
• Tajuk subyek, istilah, deskriptor, kata kunci (Keyword).
b. Bentuk Indeks :
• Bentuk-bentuk yang ada
• Bentuk-bentuk indeks yang dihasilkan komputer.
• Bentuk-bentuk yang ada
• Bentuk-bentuk indeks yang dihasilkan komputer.
4. Jenis-jenis indeks
a. Indeks Belakang Buku
Indeks belakang buku adalah suatu istilah yang terdapat dibelakang sebuah buku dan biasanya disusun sesuai urutan abjad. Indeks ini digunakan sebagai panduan oleh pengguna dalam mencari topik yang dikehendaki tanpa perlu membaca keseluruhan isi dari suatu dokumen.
Contoh indeks belakang buku seperti yang terdapat dalam Encyclopedia Britannica adalah :
Automatic indexing
Definition, 177
Nature of, 147-52
Other approaches, 152
Indeks belakang buku adalah suatu istilah yang terdapat dibelakang sebuah buku dan biasanya disusun sesuai urutan abjad. Indeks ini digunakan sebagai panduan oleh pengguna dalam mencari topik yang dikehendaki tanpa perlu membaca keseluruhan isi dari suatu dokumen.
Contoh indeks belakang buku seperti yang terdapat dalam Encyclopedia Britannica adalah :
Automatic indexing
Definition, 177
Nature of, 147-52
Other approaches, 152
Automatic methods
Abstracting, 153-54
Abstracting, 153-54
b. Indeks Berantai
Indeks berantai adalah suatu kaedah mengindeks yang dapat membantu pengguna mengetahui hubungan antara satu istilah dengan istilah yang lain. Indeks berantai menghubungkan setiap konsep dengan konsep lain yang berkaitan. Indeks berantai menyediakan entri-entri tunggal secara terpilih satu demi satu yang tersusun sesuai dengan urutan abjad.
Contoh indeks berantai seperti yang telah diperkenalkan oleh Ranganathan yaitu :
UNITED STATES
Television industry. Computer. Animation.
TELEVISION. United States.
Computers. Animation.
COMPUTERS. Television industry. United States.
Animation.
ANIMATION. Computers.
Television industry. United States.
Indeks berantai adalah suatu kaedah mengindeks yang dapat membantu pengguna mengetahui hubungan antara satu istilah dengan istilah yang lain. Indeks berantai menghubungkan setiap konsep dengan konsep lain yang berkaitan. Indeks berantai menyediakan entri-entri tunggal secara terpilih satu demi satu yang tersusun sesuai dengan urutan abjad.
Contoh indeks berantai seperti yang telah diperkenalkan oleh Ranganathan yaitu :
UNITED STATES
Television industry. Computer. Animation.
TELEVISION. United States.
Computers. Animation.
COMPUTERS. Television industry. United States.
Animation.
ANIMATION. Computers.
Television industry. United States.
c. Indeks Nama Pengarang (Author
Index)
Indeks nama pengarang adalah suatu data yang berdasarkan urutan abjad nama pengarang. Pembaca biasanya merujuk kepada suatu hasil penulisan berdasarkan nama pengarang. Indeks berantai ini dapat membantu pengguna dalam mengenal suatu dokumen atau sumber informasi berdasarkan bidangnya, karena biasanya seorang pengarang itu kerap kali menulis dan dikenali berdasarkan bidang yang digelutinya.
Indeks nama pengarang adalah suatu data yang berdasarkan urutan abjad nama pengarang. Pembaca biasanya merujuk kepada suatu hasil penulisan berdasarkan nama pengarang. Indeks berantai ini dapat membantu pengguna dalam mengenal suatu dokumen atau sumber informasi berdasarkan bidangnya, karena biasanya seorang pengarang itu kerap kali menulis dan dikenali berdasarkan bidang yang digelutinya.
d. Indeks Berabjad
Seperti halnya indeks nama pengarang indeks berabjad pada umumnya disusun sesuai urutan abjad berdasarkan subyek-subyek tertentu. Indeks ini dapat menjadi panduan ringkas dan terperinci dengan memasukkan istilah yang berkaitan termasuk nama pengarang dan nama tempat.
Seperti halnya indeks nama pengarang indeks berabjad pada umumnya disusun sesuai urutan abjad berdasarkan subyek-subyek tertentu. Indeks ini dapat menjadi panduan ringkas dan terperinci dengan memasukkan istilah yang berkaitan termasuk nama pengarang dan nama tempat.
e. Indeks Kata Kunci (Keyword
Index)
Indeks kata kunci adalah satu bentuk indeks yang dibuat berdasarkan istilah yang terdapat dalam setiap dokumen. Misalnya, yang dapat menjadi penunjuk kepada seluruh isi kandungannya. Salah satu dari sumber istilah tersebut adalah judul (tittle).
Indeks kata kunci adalah satu bentuk indeks yang dibuat berdasarkan istilah yang terdapat dalam setiap dokumen. Misalnya, yang dapat menjadi penunjuk kepada seluruh isi kandungannya. Salah satu dari sumber istilah tersebut adalah judul (tittle).
5. komponen indeks
komponen
utama bagi sebuah indeks adalah entri indeks (Indeks Entry) yang berfungsi
sebagai panduan isi sebuah dokumen atau koleksi dari ilmu pengetahuan yang
direkam (Recorder Knowledge). Entri ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu:
• Headings, biasanya meliputi kata kunci atau istilah menerangkan suatu perkara.
• Modification, menerangkan suatu perkara dengan lebih tepat. Modifikasi yang baik akan membantu mempastikan kerelevanan bagi suatu entri. Ketepatan modifikasi yang tinggi akan meminimalkan resiko memperoleh hasil pencarian yang tidak relevan.
• References, atau disebut juga dengan “Locator “ atau petunjuk dengan menggunakan simbol, nomor kelas, yang menerangkan suatu bahan atau sumber informasi.
• Headings, biasanya meliputi kata kunci atau istilah menerangkan suatu perkara.
• Modification, menerangkan suatu perkara dengan lebih tepat. Modifikasi yang baik akan membantu mempastikan kerelevanan bagi suatu entri. Ketepatan modifikasi yang tinggi akan meminimalkan resiko memperoleh hasil pencarian yang tidak relevan.
• References, atau disebut juga dengan “Locator “ atau petunjuk dengan menggunakan simbol, nomor kelas, yang menerangkan suatu bahan atau sumber informasi.
Contoh:
Heading ————- Abstracting 22-2
Forms 169-70
Modification ———– Journal 151-6
Petunjuk 30-1 ———– Reference
C.
Pengindeksan Berkomputer
Pengindeksan juga dapat dilakukan secara otomatis yaitu dengan menngunakan komputer. Salah satunya dengan adanya perangkat lunak khusus dan dengan cara membuat pangkalan data, proses pengindeksan ini dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. Perangkat lunak yang digunakan seperti CDS / ISIS (Computerized Documentation System / Integrated Set of Information Systems), PASCALadalah perangkat lunak yang mudah digunakan dan sesuai untuk membuat pangkalan data untuk menyimpan dan mendapatkan informasi.
Perangkat lunak ini memberi kemudahan kepada pengguna yaitu :
• Menentukan jenis dan bentuk entri dalam sebuah pangkalan data yang telah dibuat.
• Memasukan data terbaru
• Melakukan pengindeksan dalam menyusun entri-entri.
• Melakukan pencarian (searching).
• Melakukan cetakan (printing).
• Menentukan jenis dan bentuk entri dalam sebuah pangkalan data yang telah dibuat.
• Memasukan data terbaru
• Melakukan pengindeksan dalam menyusun entri-entri.
• Melakukan pencarian (searching).
• Melakukan cetakan (printing).
Layanan Pengindeksan dan pengabstrakan ini dapat dilakukan melalui 2 cara :
• Secara petunjuk yaitu menggunakan kartu. Kemudian kartu ini akan disusun menurut abjad sama ada bawah penulis atau kata sumber / perkara
• Secara elektronik yaitu menggunakan komputer. Biasanya semua data yang dimasukkan ke dalam komputer akan diindeks oleh perangkat lunak yang digunakan. Proses penyusunan (sorting) akan di buat secara otomatis
• Secara petunjuk yaitu menggunakan kartu. Kemudian kartu ini akan disusun menurut abjad sama ada bawah penulis atau kata sumber / perkara
• Secara elektronik yaitu menggunakan komputer. Biasanya semua data yang dimasukkan ke dalam komputer akan diindeks oleh perangkat lunak yang digunakan. Proses penyusunan (sorting) akan di buat secara otomatis
Contoh Dokumen yang biasa di Indeks :
Bahan Buku
• Pengarang
• Judul buku
• Edisi
• Tempat terbit
• Penerbit
• Tahun di terbitkan
• Pengarang
• Judul buku
• Edisi
• Tempat terbit
• Penerbit
• Tahun di terbitkan
Contoh : Yusup Hashim. Teknologi pengajaran. Edisi 2. Shah Alam: Fajar
Bakti, 1998.
Bahan Jurnal
• Pengarang
• Judul artikel
• Judul Jurnal
• Jilid
• Nomor / bilangan
• Tahun di terbitkan
• Muka surat
• Pengarang
• Judul artikel
• Judul Jurnal
• Jilid
• Nomor / bilangan
• Tahun di terbitkan
• Muka surat
Contoh : Ding, Choo Ming. Khidmat abstrak, indeks di Internet. Pemikir 13.
(Juli – September 1998): 175-190.
Artikel Surat kabar
• Pengarang
• Judul artikel
• Judul koran
• Tanggal di terbitkan
• Muka surat
• Kolom
• Pengarang
• Judul artikel
• Judul koran
• Tanggal di terbitkan
• Muka surat
• Kolom
Contoh: Shamsul Azree. Banyak kerabat GAPENA tidak aktif. Berita Harian,
31.12.1993: 25
Kertas kerja seminar / persidangan
• Pengarang
• Judul kertas kerja
• Nama Seminar
• Tempat Seminar
• Tahun Seminar diadakan
• Pengarang
• Judul kertas kerja
• Nama Seminar
• Tempat Seminar
• Tahun Seminar diadakan
Contoh: Ahmad Kamari. Application of approriate engineering principles to
improve food processing efficiency. Food engineering and the food industry
seminar. Serdang, 17 May, 1983.
Bahan Tesis
• Pengarang
• Judul tesis
• Jenis tesis
• Tahun di terbitkan
• Pengarang
• Judul tesis
• Jenis tesis
• Tahun di terbitkan
Contoh: Amran Kasimin. Arabic words in the Indonesian vocabulary. Tesis
Sarjana Universitas Kebangsaan Malaysia, 1976.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
Kesimpulan
Indeks merupakan hal yang penting kepada para pengguna terutama kepada para peneliti. Kini kebanyakan informasi dapat diakses melalui layanan indeks berkomputer atau secara online di dalam bentuk pangkalan data CD-ROM atau melalui Internet. Hanya dengan mengetik kata-kata berdasarkan kata sumber tertentu yang diperlukan, semua bahan atau sumber informasi yang berkaitan dengan kata tersebut akan terdaftar.
Pencarian informasi dengan metode ini lebih mudah daripada metode lama yaitu melalui indeks dalam bentuk petunjuk. Dengan cara yang lama pengguna harus melihat indeks yang kadang-kala mempunyai banyak jilid atau jumlah kartu yang banyak sebelum mengetahui informasi yang dicari atau diperlukan. Dengan proses Pengindeksan dibantu oleh sistem berkomputer, ia akan menjadikan proses pencarian informasi menjadi lebih efisien dan efektif.
Indeks merupakan hal yang penting kepada para pengguna terutama kepada para peneliti. Kini kebanyakan informasi dapat diakses melalui layanan indeks berkomputer atau secara online di dalam bentuk pangkalan data CD-ROM atau melalui Internet. Hanya dengan mengetik kata-kata berdasarkan kata sumber tertentu yang diperlukan, semua bahan atau sumber informasi yang berkaitan dengan kata tersebut akan terdaftar.
Pencarian informasi dengan metode ini lebih mudah daripada metode lama yaitu melalui indeks dalam bentuk petunjuk. Dengan cara yang lama pengguna harus melihat indeks yang kadang-kala mempunyai banyak jilid atau jumlah kartu yang banyak sebelum mengetahui informasi yang dicari atau diperlukan. Dengan proses Pengindeksan dibantu oleh sistem berkomputer, ia akan menjadikan proses pencarian informasi menjadi lebih efisien dan efektif.
DAFTAR PUSTAKA
Ø Pringgoadisuryo, Luwarsih, Hubungan Indeks-menelusur Informasi.dalam Kerjasama Jaringan Perpustakaan dan Akses Informasi. Jakarta : Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional, 1995.
Ø Rimbarawa, Kosam, Dasar-dasar Organisasi Informasi. Jakarta : Hakaeser,
2007.
Ø Soekarman K, Daftar Tajuk Subyek Untuk Perpustakaan. Jakarta : Gunung Mulia, 1990.
Ø Soekarman K, Daftar Tajuk Subyek Untuk Perpustakaan. Jakarta : Gunung Mulia, 1990.
makalah spi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masuk dan berkembang pesatnya agama Islam di Indonesia pada abad ke-13 – 17
M memunculkan banyak pendapat yang berbeda-beda bahkan saling
bertentangan. Khususnya tentang darimana agama ini datang dan siapa yang membawanya
masuk. Begitu pula mengenai saluran-saluran komunikasi yang digunakan
sehingga memungkinkan agama ini diterima secara luas oleh penduduk Nusantara
dalam waktu yang relatif singkat. Semula diduga bahwa yang membawa dan
memperkenalkan agama ini di kawasan ini ialah pedagang-pedagang dari Gujarat,
India. Sejak itu perdagangan dipandang sebagai saluran utama bagi pesatnya
perkembangan Islam di kepulauan Nusantara. Tetapi penelitian lebih lanjut
menunjukkan bahwa faktornya sangat kompleks. Sebelum berkembang
pesat, Islam harus menempuh jalan yang berliku-liku dan rumit serta
panjang, dan faktornya bukan hanya pedagang semata-mata.
Bukti-bukti yang lebih absah seperti
berita-berita Arab, Persia, Turki, dan teks-teks sejarah lokal memperkuat
keterangan bahwa Islam hadir di kepulauan Nusantara dibawa langsung dari
negeri asalnya oleh pedagang-pedagang Arab, Persia dan Turki. Gujarat dan
bandar-bandar lain di India seperti Malabar dan Koromandel hanyalah tempat
persinggahan saja sebelum mereka melanjutkan pelayaran ke Asia Tenggara dan
Timur Jauh. Pada abad ke-12 dan 13 M, disebabkan banyaknya kekacauan dan
peperangan di Timur Tengah termasuk Perang Salib, mendorong penduduk Timur
Tengah semakin ramai melakukan kegiatan pelayaran ke asia tenggara
B. Rumusan Masalah.
1.
Proses apa saja yang berlangsung dari
masuknya islam ke melayu ?
2.
Kerajaan apa yang pertama kali berdiri ?
3.
Perkembangan apa yang terjadi di wilayah
nusantara setelah islam masuk ?
4.
Peninggalan-peninggalan sejarah dari masuknya islam ke wilayah melayu?
5.
Apa pengaruhnya islam masuk ke wilayah melayu?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Masuknya islam ke melayu
Pada abad ke-5 SM kepulauan melayu telah
menjadi tempat persinggahan para pedagang yang berlayar ke china dan mereka
telah menjalin hubungan dengan masyarakat sekitar pesisir. Islam masuk ke
wilayah melayu dengan jalan damai,
terbuka tanpa pemaksaan sehingga islam sangat mudah diterima masyarakat melayu.
Sejak abad pertama, kawasan selat malaka
sudah mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam kegiatan pelayaran dan
perdagangan internasiaonal yang dapat menghubungkan negeri-negeri di Asia
Timur, Asia Tenggara dan Asia Barat.perkembangan pelayaran dan perdagangan
internasiaonal yang terbentang jauh dari teluk persia sampai china melalui selat
malaka itu kelihatan sejalan pula dengan muncul dan berkembangnya kekuasaan
besar, yaitu china dibawah Dinasti tang (618-907),kerajaan sriwijaya (abad
ke-7-14), dan dinasti umayyah (660-749).
Menurut Taufik abdullah, belum ada bukti
bahwa pribumi indonesia di tempat-tempat yang disinggahi oleh para pedagang
muslim itu beragama islam, Adanya para pedagang Arab tersebut, hanya berdiam
untuk menunggu musim yang baik bagi pelayaran. pelabuhan-pelabuhan penting di
sumatra dan jawa antara abad ke-1 dan ke-7 M sering disinggahi pedagang asing,
seperti lamuri (aceh), Barus dan palembang si sumatera, (sunda kelapa dan
gresik di jawa) .
Ada beberapa pendapat dari para ahli sejarah
mengenai masuknya Islam ke kawasan Melayu:
a.
Menurut Zainal Arifin Abbas, Agama Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M
(684 M). Pada tahun tersebut datang seorang pemimpin Arab ke Tiongkok dan sudah
mempunyai pengikut dari Sumatera Utara.
b. Menurut Dr. Hamka,
Agama islam masuk ke Indonesia pada tahun 674 M. berdasarkan catatan Tiongkok,
saat itu datang seorang utusan Raja Arab Ta Cheh (kemungkinan Muawiyyah bin Abu
Sufyan) ke kerajaan Ho Ling (Kaling/Kalingga) untuk membuktikan keadilan,
kemakmuran dan keamanan pemerintah Ratu Shima di Jawa.
c. Menurut Drs.
Juneid Parinduri, Agama Islam masuk ke Indonesia pada tahun 760 M karena
di Barus Tapanuli, didapatkan sebuah makam yang ber angka Haa-Mii.
d. Seminar tentang
masuknya Islam ke Indonesia di Medan tanggal 17-20 Maret 1963, mengambil
kesimpulan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad 1 H/ abad 7 M langsung dari
Arab.
B.
Berdirinya kerajaan-kerajaan islam
Kerajaan Melayu yang paling awal
tercatat dalam sejarah tumbuh dari kota pelabuhan tepi pantai yang dibuat pada
abad ke-10. Di dalamnya termasuk Lang kasuka Lembah Bujang di Kaedah, dan juga
Beruas dan Gangga. Negara di Perak dan Pan-Pan Kelantan, diperkirakan
semuanya adalah kerajaan Hindu atau Budha. Islam tiba pada abad ke-14 di
Trengganu.
Kesultanan Malaka didirikan
dibawah sebuah dinasti, yang didirikan oleh Parameswara, pangeran dari
Palembang, Indonesia, di dalam kekaisaran Sriwijaya. Menurut Tarikh melayu,
disitulah dia menyaksikan kancil mengecoh anjing ketika berteduh dibawah pohon
Malaka. Dia mengambil apa yang dia lihat sebagai pertanda yang baik dan
kemudian dia mendirikan sebuah kerajaan yang disebut Malaka, kemudian ia
membangun dan memperbaiki fasilitas untuk tujuan perdagangan. Peralihan agama
Parameswara ke Islam tidaklah jelas. Menurut sebuah teori oleh Sabri Zain,
Parameswara menjadi seorang muslim ketika dia menikahi seorang Puteri Samudera
Pasai dan dia menyertakan gelar bergaya Persia “Shah”, dengan menyebut dirinya
Iskandar Shah.
Menurut Uka Tjandra Sasmita,
proses masuknya Islam ke wilayah Melayu yang berkembang ada enam,5 yaitu:
a. Saluran perdagangan
Proses masuknya Islam adalah
melelui perdagangan. Kesibukan perdagangan pada abad ke-7 hingga ke-16 membuat
pedagang-pedagang Muslim (Arab, Persia, dan India) turut andil dalam
perdaganagan dari negeri-negeri bagian barat, tenggara dan Timur Benua Asia.
Melalui saluran perdagangan ini sangat menguntungkan karena para Raja dan
bangsawan turut serta dalam kegiatan perdagangan, bahkan mereka menjadi pemilik
kapal dan saham.
b. Saluran
Perkawinan
Para pedagang Muslim memiliki
status sosisal yang lebih baik dari pada kebanyakan pribumi, karena penduduk
pribumi terutama putri-putri bangsawan tertarik untuk menjadi istri
saudagar-saudagar itu. Sebelum menikah mereka di Islamkan terlebih dahulu.Ada
pula wanita Muslim yang dikawini oleh keturunan bangsawan; tentu saja setelah
mereka masuk Islam terlebih dahulu. Jalur perkawinan ini jauh lebih
menguntungkan apabila antara saudagar Muslim dengan anak bangsawan atau anak
raja dan anak adipati.
c. Saluran
Tasawuf
Pengajaran-pengajaran tasawuf atau
para sufi mengajarkan teofosi yang bercampur dengan ajaran yang sudah dikenal
luas oleh masyarakat Indonesia. Mereka mahir dalam soal magis dan mempunyai
kekuatan-kekuatan yang menyembuhkan. Dengan tasawuf,”bentuk” Islam yang
diajarkan kepada penduduk pribumi mempunyai persamaan dengan alam pikiran
mereka yang sebelumnya menganut agama Hindu, sehingga agama naru itu mudah
dimengerti dan diterima. Ahli tasawuf yang memberikan ajaran yang mengandung
persamaan dengan alam pikiran Indonesia pra-Islam itu adalah Hamzah Fansuri di
Aceh, Syekh Lemah Abang, dan Sunan Panggung di Jawa. Ajaran mistik seperti ini
masih berkembang di abad ke-19 M bahkan di abad ke-20 M.
d. Saluran
Pendidikan
Proses Islamisasi juga dilakukan
melalui pendidikan, baik pesantren maupun pondok yang diselenggarakan oleh
guru-guru agama, kiai-kiai dan ulama. Dipesantren atau pondok itu , calon
ulama, guru agama dan kiai mendapat pendidikan agama. Setelah keluar dari
pesantren, mereka pulang kekampung masing-masing atau berdakwah ketempat tertentu
mengajarkan Islam.
e. Saluran
Kesenian
Saluran Islamisasi melalui
kesenian yang paling terkenal adalah pertunjukan wayang. Sunan Kalijaga adalah
tokoh yang paling mahir dalam mementaskan wayang. Dia tidak pernah meminta upah
pertunjukan, tetapi ia meminta para penonton untuk mengikutinya mengucapkan
kalimat syahadat. Kesenian-kesenian lainnya juga dijadikan alat Islamisasi,
seperti sastra (hikayat, babad dan sebagainya), seni bangunan dan seni ukir.
f. Saluran
Politik
Pengaruh politik raja sangat
membantu tersebarnya Islam di daerah ini. Di samping itu, baik di Sumatera dan
Jawa maupun di Indonesia Bagian Timur, demi kepentingan politik,
kerajaan-kerajaan Islam memerangi kerajaan-kerajaan non Islam. Kemenangan
kerajaan Islam secara politis banyak menarik penduduk kerajaan bukan Islam itu
masuk Islam.
C.
Kondisi Dan Situasi Politik Kerajaan-Kerajaan Di Wilayah Melayu
Masuknya Islam ke
daerah-daerah di wilayah Melayu tidak dalam waktu yang bersamaan. Pada abad
ke-7 sampai ke-10 M, kerajaan Sriwijaya meluaskan kekuasaannya kedaerah
Semenanjung Malaka sampai Kaedah. Penguasaan Selat Malaka yang merupakan kunci
bagi pelayaran dan perdagangan internasional. Keterlibatan orang-orang Islam
dalam bidang politik baru terlihat pada abad ke-9 M, ketika merekaterlibat
dalam pemberontakan petani-petani Chinaterhadap kekuasaan T’ang pada masa
pemerintahan Kaisar Hi-Tsung (878-899).
Sebagian Muslim terbunuh,
dan sebagian lainnya lari ke Kedah dan Palembang untuk meminta perlindungan
dari kerajaan Sriwijaya. Kemunduran politik dan ekonomi Sriwijaya dipercepat
oleh usaha-usaha kerajaan Singasari yang sedang bangkit di Jawa. Kerajaan Jawa
ini melakukan ekspedisi Pamalayu tahun 1275 M dan dan berhasil mengalahkan
kerajaan Melayu di Sumatera.
Kelemahan Sriwijaya
dimanfaatkan pula oleh pedagang-pedaganag muslim untuk mendapatkan
keuntungan-keuntungan politik dan perdagangan. Banyaknya daerah-daerah yang
muncul dan daerah yang menyatakan diri sebagai kerajaan bercorak Islam, yaitu
kerajaan Samudera Pasai dipesisir Timur Laut Aceh.6 Kerajaan Samudera
Pasai dengan segera berkembang baikdalam bidang politik maupun perdagangan.
Kekacauan-Kekacauan dalam
negeri sendiri akibat perebutan kekuasaan di istana Kerajaan Singasari, juga
berlanjut kerajaan Majapahit tidak mampu mengontrol daerah Melayu dan Selat
Malaka dengan baik, sehingga kerajaan Samudera Pasai dan Malaka dapat
berkembang dan mencapai puncak kekuasaannya hingga anad ke-16 M.7
Untuk menghindari
gangguan Portugis yang menguasai Malaka, untuk sementara waktu kapal-kapal memilih
berlayar menelusuri pantai Barat sumatera.
Berdasarkan berita Tome
Pires (1512-1515), dalam Suma oriental-nya, dapat diketahui bahwa
daerah-daerah dibagian pesisir Sumatera Utara dan Timur Selat Malaka, yaitu
dari Aceh sampai Palembang sudah banyak terdapat masyarakat dan kerajaan Islam.
Proses Islamisasi kedaerah-daerah pedalaman Aceh, Sumatera Barat, terutama
terjadi sejak Aceh melakukan ekspansi politiknya pada abad ke-16 dan ke-17 M.
A. Kerajaan Kerajaan Islam Pertama di Sumatera
1. Samudera Pasai
Kerajaan Islam pertama di
Indonesia adalah kerajaan Samudera Pasai yang merupakan kerajaan Kembar.
Kerajaaan ini terletak dipesisir Timur Laut Aceh. Bukti berdirinya kerajaan
samudera pasai pada abad ke-13 M itu didukung oleh adanya nisan kubur terbuat dari
granit asal Samudera Pasai. Raja pertama kerajaan itu meninggal pada bulan
ramadhan tahun 696 H, yang diperkirakan bertepatan dengan tahun 1297 M.
Malik Al-Saleh, Raja pertama itu,
merupakan pendiri kerajaan tersebut. Hal itu diketahui melalui tradisi hikayat
raja-raja Pasai, Hikayat Melayu. Dari segi peta politik, munculnya kerajaan
samudera pasai abad ke-13 M itu sejalan dengan suramnya peranan maritim
kerajaan Sriwijaya. Gelar Malik Al-Saleh sebelum menjadi raja adalah Merah Sile
atau Merah Selu. Ia masuk islam berkat pertemuannya dengan Syaikh Ismail,
seorang utusan Syarif Mekah, yang kemudian memberinya gelar sultan Malik
Al-Saleh. Merah Selu adalah putra Merah Gajah.
2. Aceh Darussalam
Kerajaan Aceh terletak didaerah
yang sekarang dikenal dengan nama kabupaten aceh besar. Disini pula terletak
ibu kotanya. Anas Machmud berpendapat kerajaan aceh berdiri pada abad ke-15 M,
diatas puing-puing kerajaan Lamuri, oleh Muzaffar Syah (1465-1497 M). menurut
H. J. de Graaf, aceh menerima Islam dari pasai yang kini menjadi wilayah Aceh
dan pergantian agama diperkirakan terjadi mendekati pertengahan abad ke-14.9
Kerajaan Aceh merupakan penyatuan
dari dua kerajaan kecil yaitu Lamuri dan Aceh Dar Al-Kamal. Rajanya yang
pertama adalah Ali Mughayat Syah. Ali Mughayat Syah meluaskan wilayah kekuasaan
kedaerah Pidie. Untuk mengatur daerah Sumatera Timur, raja Aceh mengirim
panglima-panglimanya, salah seorang diantaranya adalah Gocah, pahlawan yang
menurunkan Sultan-sultan Deli dan Serdang.10
Peletak dasar kerajaan Aceh adalah
sultan Alauddin Riayat Syah yang bergelar Al-Qahar. Puncak kekuasaan kerajaan
Aceh terletak pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1608-1637). Aceh
menguasai pelabuhan dipesisir timur dan Barat Sumatra. Dari Aceh, Tanah Gayo
yang berbatasan diislamkan, juga Minangkabau. Beberapa sultan perempuan
menduduki singgasana pada tahun 1641-1699 M.
B. kerajaan-kerajaan islam pertama di jawa
1. Demak
Dibawah pimpinan Sunan Ampel
Denta, Wali Songo bersepakat mengangkat Raden Patah menjadi raja pertama kerajaan
Demak, kerajaan Islam pertama diJawa, dengan gelar Senopati Jimbun
Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama.11 Demak yang masih
bernama Bintoro merupakan daerah vasal Majapahit yang diberikan Raja Majapahit
kepada Raden Patah.
Penerimaan Raden Patah
berlangsung kira-kira diakhir abad ke-15 hingga awal abad ke-16. ia adalah
seorang anak raja Majapahit dari seorang ibu muslim keturunan Campa. Ia
digantikan anaknya, Sambrang Lor, dikenal juga dengan nama pati Unus. Menurut
Tome Pires, Pati Unus baru berumur 17 tahun ketika menggantikan ayahnya sekitar
tahun 1507. Pati Unus digantikan oleh Trenggono yang dilantik sebagai sultan
oleh Sunan Gunung Jati dengan gelar Sultan Ahmad Abdul ‘Arifin. Ia memerintah
pada tahun 1524-1546. Penaklukan sunda Kelapa berakhir tahun 1527 yang
dilakukan oleh pasukan gabungan Demak dan Cirebon di bawah pimpinan Fadhilah
Khan.
2. Pajang
Kesultanan yang terletak di
daerah Kartasura sekarang ini merupakan kerajaan Islam pertama yang terletak
didaerah pedalaman pulau Jawa. Sultan atau Raja pertama kesultanan ini adalah
Jaka Tingkir yang berasal dari Pengging, dilereng Gunung Merapi. Kediaman
penguasa Pajang itu, menurut Babad dibangun dengan mencontoh Kraton Demak. Jaka
Tingkir yang telah menjadi penguasa Pajang itu dengan segera mengambil alih
kekuasaan,14
Karena anak sulung sultan
Trenggono yang menjadi pewaris tahta kesultanan, susuhunan Prawoto, dibunuh
oleh keponakannya, Aria Panangsang yang waktu itu menjadi penguasa di Jipang
(Bojonegoro sekarang). Setelah Jaka Tingkir menjadi raja yang paling
berpengaruh di pulau Jawa, ia bergelar Sultan Adiwijaya. Sultan Adiwijaya
memperluas kekuasaannya di tanah pedalaman kearah Timur sampai daerah Madiun,
di aliran anak sungai Bengawan Solo yang terbesar.
3. Mataram
Awal dari kerajaan mataram adalah
ketika sultan adiwijaya dari Pajang meminta bantuan kepada Ki Pamahanan yang
berasal dari daerah pedalaman untuk menghadapi dan menumpas pemberontakan Aria
Panangsang tersebut.
Pada tahun 1577 M, Ki Gede
Pamanahan menempati istana barunya di Mataram. Senopatilah yang dipandang
sebagai Sultan Mataram Pertama. Senopati menolak dan hanya meminta pusaka
kerajaan, diantaranya Gong Kiai Skar Dlima, Kendali Kiai Macan Guguh, dan
Pelana Kiai Jatayu.15Senopati kemudian berkeinginan menguasai juga semua raja
bawahan Pajang.
Melalui perjuangan berat,
peperangan demi peperangan, barulah ia berhasil menguasai sebagian. Senopati
meninggal dunia tahun 1601 M, dan digantikan oleh putranya Seda Ing Krapyak
yang memerintah sampai tahun 1613 M. Seda Ing Krapyak di ganti oleh putranya,
Sultan Agung, yang melanjutkan usaha ayahnya. Pada tahun 1619, seluruh Jawa
Timur praktis sudah berada dibawah kekuasaannya. Pada tahun 1630 M, sultan
agung menetapkan Amangkurat I sebagai putra Mahkota.
4. Cirebon
Kerajaan ini didirikan oleh sunan
gunung jati. Di awal abad ke-16, Cirebon masih merupakan sebuah daerah kecil
dibawah kekuasaan Pakuan Pajajaran. Pangeran Walangsungsang, seorang tokoh yang
mempunyai hubungan darah dengan raja Pajajaran. Disebutkan oleh Tome Pires,
Islam sudah ada di Cirebon sekitar 1470-1475 M. Orang yang berhasil
meningkatkan status Cirebon menjadi sebuah kerajaan adalah Syarif Hidayat yang
terkenal dengan gelar Sunan Gunung Jati.
Sebagai keponakan dari Pangeran
Walangsungsang, Sunan Gunung Jati juga mempunyai hubungan darah dengan
raja Pajajaran.17Raja dimaksud adalah Prabu Siliwangi, raja Sunda yang
berkedudukan di Pakuan Pajajaran, yang nikah dengan Nyai Subang Larang tahun
1422. Dari perkawinannya itu lahirlah tiga orang putra, masing-masing Raden
walangsungsang, Nyai Lara Santang dan Raja Sengara. Sunan Gunung Jati adalah
putra Nyai Lara Santang dari perkawinannya dengan Maulana Sultan Mahmud alias
Syarif Abdullah dari Bani Hasyim, ketika Nyai itu naik haji.
Penyerangan ini dipimpin oleh Falaehan
dengan bantuan tentara Demak. Setelah Sunan Gunung Jati wafat ia digantikan
oleh cicitnya yang terkenal dengan gelar Pangeran Ratu atau Panembahan Ratu.
Panembahan Ratu wafat tahun 1650 dan digantikan oleh putranya yang bergelar
Panembahan Girilaya. Cirebon diperintahkan oleh dua putranya, Martawijaya atau
Panembahan Sepuh dan Kartawijaya atau Panembahan Anom. Panembahan Sepuh
memimpin Ksultanan Kasepuhan sebagai rajanya yang pertama dengan gelar
Samsuddin, sementara panembahan Anom memimpin kesultanan Kanoman dengan gelar
Badruddin.
5. Banten
Dalam tulisan sunda kuno, cerita
parahyangan, disebut-sebut nama Wahanten Girang. Pada tahun 1524 atau 1525,
Sunan Gunung Jati dari Cirebon, meletakkan dasar bagi pengenbangan agama dan
kerajaan Islam serta bagi perdagangan orang-orang Islam disana.18 Penguasa
Pajajaran di Banten menerima Sunan Gunung Jati denga ramah tamah dan tertarik
masuk islam. Menurut berita Barrs, penyebaran islam di jawa barat tidak melalui
jalan damai.
Untuk menyebarkan islam dijawa barat,
langkah Sunan Gunung Jati berikutnya adalah menduduki pelabuhan Sunda yang
sudah tua, kira-kira tahun 1527 M.
Kekuasaannya atas Banten
diserahkan kepada putranya, Hasanudin. Hasanudin sendiri kawin dengan putri
Demak dan diresmikan menjadi Penembahan Banten tahun 1552 M. Pada tahun 1568,
disaat kekuasaan Demak beralih ke Pajang, Hasanuddin memerdekakan Banten.
Hasanuddin pergi kira-kira tahun 1570 dan diganti oleh anakanya, Yusuf.19Tahun
1579, Yusuf menaklukkan Pakuwan yang belum Islam yang waktu itu masih menguasai
sebagian besar daerah pedalaman Jawa Barat.20Setelah Yusuf meninggal dunia
tahun 1580 M, ia digantikan oleh putranya Muhammad.
D. Perkembangan Keagamaan dan
Peradaban
Disamping itu pengaruh ajaran
Islam sendiripun telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan Masyarakat Asia
Tenggara. Islam mentransformasikan budaya masyarakat yang telah di-Islamkan di
kawasan ini, secara bertahap. Islam dan etos yang lahir darinya muncul sebagai
dasar kebudayaan.
Pendidikan tidak lagi menjadi hak
istimewa kaum bangsawan. Tradisi pendidikan Islam melibatkan seluruh lapisan
masyarakat. Setiap Muslim diharapkan mampu membaca al Qur’an dan memahami
asas-asas Islam secara rasional dan dan dengan belajar huruf Arab diperkenalkan
dan digunakan di seluruh wilayah dari Aceh hingga Mindanao.
Bahasa-bahasa lokal diperluasnya
dengan kosa-kata dan gaya bahasa Arab. Bahasa Melayu secara khusus dipergunakan
sebagai bahasa sehari-hari di Asia Tenggara dan menjadi media pengajaran agama.
Bahasa Melayu juga punya peran yang penting bagi pemersatu seluruh wilayah itu.
Sejumlah karya bermutu di bidang
teologi, hukum, sastra dan sejarah, segera bermunculan. Banyak daerah di
wilayah ini seperti Pasai, Malaka dan Aceh juga Pattani muncul sebagai pusat
pengajaran agama yang menjadi daya tarik para pelajar dari sejumlah penjuru
wilayah ini.
Masjid atau Surau menjadi lembaga
pusat pengajaran. Namun beberapa lembaga seperti pesantren di Jawa dan pondok
di Semenanjung Melaya segera berdiri. Hubungan dengan pusat-pusat pendidikan di
Dunia Islam segera di bina. Tradisi pengajaran Paripatetis yang mendahului
kedatangan Islam di wilayah ini tetap berlangsung.
Ibadah Haji ke Tanah Suci di
selenggarakan, dan ikatan emosional, spritual, psikologis, dan intelektual
dengan kaum Muslim Timur Tengah segera terjalin. Di bawah bimbingan para ulama
Arab dan dukungan negara, wilayah ini melahirkan ulama-ulama pribumi yang
segera mengambil kepemimpinan lslam di wilayah ini. Semua perkembangan bisa
dikatakan karena lslam, kemudian melahirkan pandangan hidup kaum Muslim yang
unik di wilayah ini.
Mengenai masalah identitas,
internalisasi Islam, atau paling tidak aspek luarnya, oleh pendudukan kepulauan
membuat Islam muncul sebagai kesatuan yang utuh dari jiwa dan identitas
subyektif mereka. Namun fragmentasi politik yang mewarnai wilayah ini, di sisi
lain, juga melahirkan perasaan akan perbedaan identitas politik diantara
penduduk yang telah di Islamkan.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Karena penyebaran islam di melayu
pertama-tama dilakuakan oleh para pedagang, pertumbuhan komunitas islam bermula
di berbagai pelabuhan-pelabuhan penting di sumatera, jawa dan pulau lainnya.
Kerajaan-kerajaan islam yang pertama berdiri juga di daerah pesisir.
Di samping merupakan pusat-pusat
politik dan perdaganan, ibu kota kerajaan juga merupakan tempat berkumpul para
ulamak dan mubalig islam.
DAFTAR
PUSTAKA
Yatim, M.A. Dr. Badri, Sejarah Peradaban
Islam, PT. RAJAGRAFINDO PERSADA, Jakarta 1993
http://www.wikipedia.com
makalah ulumul hadis(macam2 hadis)
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kitab-kitab
hadis yang beredar di tengah-tengah masyarakat dan dijadikan pegangan oleh umat
Islam dalam hubungannya dengan hadits sebagai sumber ajaran Islam adalah
kitab-kitab yang disusun oleh para penyusunnya setelah lama Nabi wafat. Dalam
jarak waktu antara kewafatan Nabi dan penulisan kitab-kitab hadits tersebut
telah terjadi berbagai hal yang dapat menjadikan riwayat hadits tersebut
menyalahi apa yang sebenarnya berasal dari Nabi. Baik dari aspek
kemurniannya dan keasliannya.
Dengan demikian, untuk mengetahui apakah riwayat
berbagai hadits yang terhimpun dalam kitab-kitab hadits tersebut dapat
dijadikan sebagai hujjah ataukah tidak, terlebih dahulu perlu dilakukan
penelitian. Kegiatan penelitian hadits tidak hanya ditujukan kepada apa yang
menjadi materi berita dalam hadits itu saja, yang biasa dikenal dengan masalah
matan hadits, tetapi juga kepada berbagai hal yang berhubungan dengan
periwayatannya, dalam hal ini sanadnya, yakni rangkaian para periwayat yang
menyampaikan matan hadis kepada kita.
B.TUJUAN
1.menjadikan
kritis dalam pengambilan hukum yang menyangkut hadis.
2.Berpedoman
dengan hadits yang benar-benar dapat di terima keberadaanya.
BAB II
PEMBAHASAN
A .
HADIST MUTAWATIR
1.Pengertian Mutawatir
Mutawatir
secara etimologi berasal dari kata tawatara yang berarti beruntun, atau
mutatabi, yakni beriring-iringan antara satu dengan lainnya tanpa ada jarak.
Sedangkan secara
Mutawatir
secara terminologi mutawatir adalah hadits yang diriwayatkan oleh banyak orang
yang menurut akal dan kebiasaan mustahil sepakat untuk berdusta.
Berdasarkan
definisinya ada 4 kriteria hadits mutawatir, yaitu sebagai berikut:
a). Diriwayatkan sejumlah orang banyak
Para
perawi hadis mutawatir syaratnya harus berjumlah banyak. Para ulama berbeda
pendapat tentang jumlah banyak pada para perawi hadis tersebut dan tidak ada
pembatasan yang tetap. Di antara mereka berpendapat 4 orang, 5 orang, 10 orang,
40 orang, 70 orang dst.
b). Adanya jumlah banyak pada seluruh tingkatan sanad
Jumlah
banyak orang pada setiap tingkatan (thabaqat) sanad dari awal sampai akhir
sanad. Jika jumlah banyak tersebut hanya pada sebagian sanad saja maka tidak
dinamakan mutawatir, tetapi dinamakan ahad atau wahid.
c). Mustahil bersepakat bohong
Di
antara alasan pengingkar sunnah dalam penolakan mutawatir adalah pencapaian
jumlah banyak tidak menjamin dihukumi mutawatir karena dimungkinkan adanya
kesepakatan berbohong.
d). Sandaran berita itu pada pancaindra
Maksud
sandaran pancaindra adalah berita itu didengar dengan telinga atau dilihat
dengan mata dan disentuh dengan kulit, tidak disandarkan pada logika atau akal.
2. Syarat-Syarat Hadis Mutawatir
a). Hadits mutawatir harus di riwayatkan
oleh sejumlah besar perawi yang membawa keyakinan bahwa mereka itu tidak
sepakat untuk berbohong.
b). Bedasarkan
tanggapan panca indra, yakni bahwa berita yang mereka sampaikan harus
benar-benar merupakan hasil pendengaran atau penglihatan sendiri.
c). Seimbang jumlah para perawi.
3. Pembagian Hadits Mutawatir
a). Hadits
Mutawatir Lafdhi
Hadits
mutawatir lafdhi adalah mutawatir dengan susunan redaksi yang persis sama.
Contoh hadits mutawatir lafdhi yang artinya:
“Rasulullah
SAW, bersabda: “Siapa yang sengaja berdusta terhadapku, maka hendaklah dia
menduduki tempat duduknya dalam neraka”. (Hadis Riwayat Bukhari).
b). Hadits Mutawatir Maknawi
Hadits
mutawatir maknawi adalah hadits mutawatir dengan makna umum yang sama, walaupun
berbeda redaksinya dan berbeda perincian maknany. Contoh hadits mutawatir
maknawi yang artinya:
“Rasulullah
SAW pada waktu berdoa tidak mengangkat kedua tangannya begitu tinggi sehingga
terlihat kedua ketiaknya yang putih, kecuali pada waktu berdoa memohon hujan”.
(Hadis Riwayat Mutafaq’ Alaihi)
c). Hadits Mutawatir ‘Amali
Hadits
mutawatir ‘amali adalah hadits mutawatir yang menyangkut perbuatan Rasulullah
SAW, yang disaksikan dan ditiru tanpa perbedaan oleh orang banyak, untuk
kemudian juga dicontoh dan diperbuat tanpa perbedaan oleh orang banyak pada
generasi-generasi berikutnya. Contoh : Hadits-hadits Nabi tentang waktu shalat,
tentang jumlah rakaat shalat wajib, adanya shalat ‘ied
4. Kedudukan hadis mutawatir
Kedudukan
hadits mutawatir sebagai sumber ajaran Islam tinggi sekali. Menolak hadits
mutawatir sebagai sumber ajaran Islam sama halnya dengan menolak kedudukan Nabi
Muhammad SAW sebagai utusan Allah. Kedudukan hadits mutawatir sebagai sumber
ajaran Islam lebih tinggi dari kedudukan hadis ahad.
B.HADIS AHAD
Ahad
menurut bahasa adalah kata jamak dari wahid atau ahad. Bila wahid atau ahad
berarti satu, maka aahaad, sebagai jamaknya, berarti satu-satu.
Ahad menurut istilah, yaitu hadits yang para
rawinya tidak mencapai jumlah rawi hadist mutawatir, baik rawinya itu satu,
dua, tiga, empat, lima atau seterusnya, tetapi jumlahnya tidak memberi
pengertian bahwa hadits dengan jumlah rawi tersebut masuk dalam kelompok hadist
mutawatir, atau dengan kata lain Hadits Ahad adalah hadits yang tidak mencapai
derajat mutawatir.
2. Pembagian hadits ahad
a). Hadits Masyhur
(Hadits Mustafidah)
Masyhur
menurut bahasa berarti yang sudah tersebar atau yang sudah populer.
Masyhur
menurut istilah yaitu, hadits yang diriwayatkan oleh tiga orang rawi atau
lebih, dan beliau mencapai derajat hadits mutawatir. Sedangkan batasan
tersebut, jumlah rawi hadits masyhur (hadits mustafidah) pada setiap tingkatan
tidak kurang dari tiga orang, dan bila lebih dari tiga orang, maka jumlah itu
belum mencapai jumlah rawi hadits mutawatir. Contoh hadits masyhur (mustafidah)
adalah hadits berikut ini, yang artinya:
“Rasulullah
SAW bersabda: “Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin tidak mengganggu
oleh lidah dan tangannya.” (Hadist Riwayat Bukhari, Muslim, dan Turmudzi.
b. Hadits ‘Aziz
‘Aziz
menurut bahasa, berarti yang mulia atau yang kuat dan juga berarti jarang.
‘Aziz menurut bahasa berarti hadits yang mulia
atau hadist yang kuat atau hadits yang jarang, karena memang hadits ‘aziz itu
jarang adanya. Para ulama memberikan batasan yaitu hadist ‘aziz adalah hadits
yang diriwayatkan oleh dua orang rawi, kendati dua rawi itu pada satu tingkatan
saja, dan setelah itu diriwayatkan oleh banyak rawi. Contoh hadits aziz adalah
hadits berikut ini, yang artinya:
Rasulullah SAW bersabda: “Kita adalah
orang-orang yang paling
akhir (di dunia) dan yang paling terdahulu di hari qiamat.” (Hadist Riwayat
Hudzaifah dan Abu Hurairah).
c. Hadits Gharib
Gharib,
menurut bahasa berarti jauh, terpisah, atau menyendiri dari yang lain.
Gharib menurut istilah adalah hadist yang
diriwayatkan oleh satu orang rawi (sendirian) pada tingkatan maupun dalam
sanad. Dari segi istilah ialah Hadits yang berdiri sendiri seorang perawi di
mana saja tingkatan (thabaqah) dari pada beberapa tingkatan sanad.
Contoh
hadits gharib itu antara lain adalah hadist berikut, yang artinya:
“Dari
Umar bin Khattab, katanya: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Amal
itu hanya (dinilai) menurut niat, dan setiap orang hanya (memperoleh) apa yang
diniatkannya.” (Hadist Riwayat Bukhari, Muslim dan lain-lain)
3. Kedudukan
Karena
hadits ahad itu tidak pasti (hgairu qath’i atau ghairu maqthu’), tetapi diduga
(zhanni atau mazhnun) berasal dari Rasulullah SAW, maka kedudukan hadits ahad,
sebagai sumber ajaran Islam, berada dibawah kedudukan hadits mutawatir. Lain
berarti bahwa bila suatu hadits, yang termasuk kelompok hadits ahad,
bertentangan isinya dengan hadits mutawatir, maka hadits tersebut harus
ditolak.
BAB III
PENUTUP
A. kesimpulan
Demikian
hadits dilihat dari kuantitas jumlah para perawi yang dapat menunjukkan
kualitas bagi hadits mutawatir tanpa memerisa sifat-sifat para perawi secara
individu, atau menunjukan kualitas hadits ahad, jika disertai pemeriksaan
memenuhi persyaratan standar hadits yang makbul.
Hadits
ahad masih memerlukan barbagai persyaratan yaitu dari segi sifat-sifat
kepercayaan para perawi atau sifat-sifat yang dapat mempertanggungjawabkan
kebenaran berita secara individu yaitu sifat keadilan dan ke dhabithan,
ketersambungan sanad dan ketidakganjilannya. Kebenaran berita hadits mutawatir
secara absolute dan pasti (qath’i), sedangkan kebenaran berita yang dibawa oleh
hadits ahad bersifat relative ( zhanni ) yang wajib diamalkan.
B. Saran
Dengan
mengetahui beberapa definisi dan penjelasan dari pembagian hadits di atas, di
harapkan kita paham dan mengerti, sehingga dalam penentuan hukum dari suatu
massalah, yang khususnya dari hadits dapat di peroleh kejelasan yang pasti akan
hukum tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Khon,
A. M. (2008). Ulumul Hadis. Jakarta: Amzah.
Mudzakir,
M. (1998). Ulumul Hadis. Bandung: CV Pustaka Setia.
Rahman,
F. (1974). Ikhtisar Mushthalahul Hadits. Bandung: PT Alma’arif.
Al-Nawawi,
I. (2001). Dasar-Dasar Ilmu Hadis. Jakarta: Pustaka Firdaus.
As-Shalih,
S. (1997). Membahas Ilmu-Ilmu Hadits. Pustaka Firdaus: Jakarta.
Langganan:
Postingan (Atom)